Faedah Ringkas

Mensyukuri Nikmat Kemerdekaan

Amannya sebuah negeri adalah anugerah dari Allah. Rasa aman pada lingkungan, perdagangan, pertanian dan keseharian merupakan di antara nikmat yang paling besar dalam kehidupan.

Dalam sebuah hadits, Rasullullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ آمِنًا فِى سِرْبِهِ مُعَافًى فِى جَسَدِهِ عِنْدَهُ قُوتُ يَوْمِهِ فَكَأَنَّمَا حِيزَتْ لَهُ الدُّنْيَا

“Barangsiapa di antara kalian memasuki waktu mendapatkan rasa aman pada dirinya (rumah, keluarga, masyarakatnya sampaipun jalan yang ia lalui), diberikan kesehatan badan, dan memiliki makanan pokok pada hari itu di rumahnya, maka seakan-akan dunia telah terkumpul pada dirinya.” (HR. Tirmidzi no. 2514 atau 2346, Ibnu Majah no. 4141 dan Bukhari di dalam al-Adab no. 300).

Terdapat sebuah doa yang Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak pernah meninggalkannya, baik ketika sore ataupun pagi hari. Terkandung padanya permohonan keamanan.

اللَّهمَّ إنِّي أَسْأَلُكَ العَافِيةَ فِي الدُّنْيَا والآخَرَةِ اللَّهمَّ أَسْأَلُكَ العَفْوَ وَالعَافِيَةَ في دِيْنِي وَدُنيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي اللَّهمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِيْ اللَّهمَّ احْفِظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَىَّ وَمِنْ خَلْفِي وَعَنْ يَمِيْنِي وَعَنْ شِمَالَيْ وَمِنْ فَوقِي وَأَعُوْذُ بِعَظَمتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

“Ya Allah sesungguhnya aku meminta kepada-Mu ‘afiyah (keselamatan) di dunia dan akhirat. Ya Allah aku memohon kepada-Mu ampunan dan ‘afiyah pada urusan agamaku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Ya Allah tutupi auratku, berikan rasa aman dari hal yang aku takutkan. Ya Allah, jagalah aku dari arah depan dan belakang, dari arah kanan dan kiri serta dari arah atasku. Dan aku memohon perlindungan dengan keagungan-Mu agar (aku) tidak dibinasakan dari arah bawahku.” (HR. Abu Dawud no.5074).

Ketahuilah kaum muslimin rahimakumullah,

Merdekanya sebuah bangsa dari penjajah adalah karunia Allah sehingga mereka merasakan keamanan. Wajib disyukuri dan tak patut diingkari. Di dalam Al-Qur’an, Allah Ta’ala menyebutkan akibat dari ingkar nikmat.

وَضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ آَمِنَةً مُطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِنْ كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللَّهِ فَأَذَاقَهَا اللَّهُ لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُوا يَصْنَعُونَ

“Dan Allah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rezekinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat. (Hanya saja) mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah. Maka Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat” (QS. An Nahl : 112).

Demikianlah bimbingan Allah kepada kita agar menjaga dan mensyukuri nikmat rasa aman ini dengan sebaik-baiknya. Yakni, kita pergunakan pada hal yang ma’ruf (positif) bukan pada perkara mungkar (negatif). Sungguh yang demikian ini membutuhkan adanya upaya bersama.

Dan bentuk syukur terbesar adalah dengan mengesakan peribadatan kepada-Nya semata. Sebagaimana berfirman-Nya,

فَلْيَعْبُدُوا رَبَّ هَٰذَا الْبَيْتِ • الَّذِي أَطْعَمَهُم مِّن جُوعٍ وَآمَنَهُم مِّنْ خَوْفٍ •

“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka´bah). Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. al-Quraisy 3-4).

Semoga Allah senantiasa menjaga negeri Indonesia yang kita cintai ini, menjadikannya sebagai negeri yang penuh kemakmuran dan berkah. Semoga Allah bimbing para pemimpinnya untuk selalu di atas ketaatan dan ridha-Nya serta menjauhkan mereka dari segala keburukan. Aamiin.

Wallahu a’lamu bish-shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button