WASPADAI SEBAB-SEBAB SESEORANG BISA MENJADI LGBT

Segenap pembaca yang dirahmati Allah.
Manusia dengan fitrahnya, diciptakan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala memiliki kecenderungan kepada lawan jenisnya. Laki-laki memiliki ketertarikan kepada wanita dan wanita memiliki ketertarikan kepada laki-laki. Lalu kemudian ketertarikan tersebut dibungkus dalam bingkai yang sangat indah, yaitu bingkai rumah tangga melalui pernikahan yang suci dan sakral, menjadi pasangan suami-istri.
Menjadi pasangan suami-istri bukanlah sekedar untuk melampiaskan hasrat seksual dan kebutuhan biologis semata, tetapi memiliki berbagai tujuan dan hikmah yang sangat agung dan mulia.
Di lain sisi, ada orang-orang yang melampiaskan hasrat seksualnya dengan cara yang tidak logis, bahkan sebagai bentuk penyimpangan seksual, yaitu perilaku LGBT, perilaku yang sangat bertentangan dengan norma-norma agama dan tidak sesuai dengan fitrah dan akal sehat.
PENGERTIAN LGBT
LGBT merupakan singkatan dari:
L (Lesbian): perempuan yang memiliki ketertarikan seksual kepada sesama perempuan.
G (Gay): laki-laki yang memiliki ketertarikan seksual kepada sesama laki-laki.
B (Biseksual): seseorang yang memiliki ketertarikan kepada dua jenis kelamin; laki-laki maupun perempuan.
T (Transgender): seseorang yang mengidentifikasi dirinya berbeda dari jenis kelamin biologisnya.
SEBAB-SEBAB MARAKNYA LGBT
Perilaku seksual yang menyimpang di atas, tentu tidak lepas dari berbagai sebab yang mendorongnya. Di antara sebab-sebabnya adalah:
1. Iman yang lemah atau bahkan telah hilang.
Iman adalah tameng dan benteng yang sangat kuat yang akan melindungi seseorang dari perbuatan keji dan tercela. Sebagaimana pula, ia adalah pendorong yang sangat kuat yang memudahkan seseorang untuk beramal kebaikan.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَلَا يَسْرِقُ السَّارِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ، وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ
“Tidaklah seorang pezina berzina ketika ia berzina dalam keadaan beriman. Tidaklah seorang pencuri mencuri ketika ia mencuri dalam keadaan beriman. Dan tidaklah seseorang meminum khamr ketika ia meminumnya dalam keadaan beriman.” (HR. Al-Bukhari no. 2475 dan Muslim no. 57, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).
Hadits ini memberikan pelajaran tentang penafian/peniadaan iman dari dari orang yang melakukan perbuatan keji dan maksiat berupa perzinaan, pencurian dan meminum khamr. Dan demikian pulalah yang terjadi pada pelaku LGBT.
2. Pengaruh lingkungan dan pergaulan.
Lingkungan yang buruk dan pergaulan yang salah akan bisa menyeret seseorang kepada perilaku yang salah.
Karenanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan gambaran tentang dampak pergaulan yang buruk.
Beliau Shallallahu alaihi wasallam bersabda:
“…Bahwasanya permisalan teman duduk yang buruk seperti pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, atau engkau mendapatkan aroma yang tidak sedap darinya.” (HR. Bukhari no. 2101, dan Muslim no. 2628, dari shahabat Abu Musa Al Asy’ari radhiyallahu ‘anhu).
3. Minimnya ilmu agama.
Di antara faktor penyebab yang tidak kalah pentingnya pula yang menyebabkan terjadinya dan maraknya perilaku LGBT adalah minimnya ilmu agama.
Bisa jadi ketika seseorang mengetahui betapa buruknya perilaku ini dan betapa besarnya ancaman bagi pelakunya, niscaya dia tidak akan berani mendekatinya, bi idznillah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من وجدتموه يعملُ عملَ قومِ لوطٍ فاقتلوا الفاعلَ والمفعولَ به
“Barang siapa yang kalian dapati melakukan perbuatan kaum Nabi Luth (homoseksual), maka bunuhlah pelaku dan orang yang menjadi objek perbuatan tersebut.” (HR. Abu Daud no. 4462, At-Tirmidzi no. 1457, Ibnu Majah no. 2561, Ahmad no. 2732 dari shahabat Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu, hasan shahih).
4. Hilangnya rasa malu.
Rasa malu yang terpuji akan mencegah dan menghalangi seseorang melakukan perbuatan keji dan tercela, karena rasa malu sebagaimana digambarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah mendatangkan kecuali kebaikan (HR. Bukhari no. 6117, Muslim no. 37, dari shahabat Imran bin Hushain radhiyallahu anhu, shahih).
Namun ketika rasa malu telah dicabut dari hati, maka seseorang akan berbuat sesukanya, walaupun hal yang sangat keji dan tercela yang bertentangan dengan fitrah dan akal sehat, apalagi norma-norma agama.
5. Propaganda Yahudi dan Nasrani.
Bila perilaku LGBT menimpa sebagian muslimin, tentu hal itu juga tidak lepas dari propaganda orang-orang kafir yang memang tidak pernah berhenti untuk menyesatkan umat Islam dan menjauhkan mereka dari agamanya.
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman:
“Dan mereka tidak akan pernah berhenti memerangimu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup.” (QS. Al-Baqarah ayat 217).
HARAPAN DAN DOA
Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menuntun kita kepada jalan hidayah, dan menjaga kita semua dari segala bencana dan malapetaka, karena sungguh perilaku LGBT akan bisa mendatangkan murka Allah dan menjadi sebab turunnya bencana dan malapetaka. Wallahu Waliyut Taufiq. (Al Ustadz Abu Ja’far).






