AGAR AMAL IBADAH TIDAK TERTOLAK

Pembaca yang semoga dirahmati Allah Ta’ala.
Seorang muslim ketika beramal tentu mengharapkan agar amalannya diterima di sisi Allah Ta’ala. Namun, agar suatu amalan diterima, para ulama menjelaskan bahwa ada dua syarat utama yang harus terpenuhi.
1. Ikhlas karena Allah Ta’ala
Seorang hamba harus memurnikan niatnya hanya untuk Allah, bukan karena ingin dipuji, dilihat manusia, atau tujuan dunia lainnya. Allah Ta’ala berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلَاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ ۚ وَذَٰلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ
“Padahal mereka hanya diperintah menyembah Allah dengan ikhlas menaati-Nya semata-mata karena (menjalankan) agama, dan agar mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat. Dan yang demikian itulah agama yang lurus (benar).” (QS. Al-Bayyinah : 5).
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى، فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَِى اللهِ وَرَسُوْلِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللهِ وَرَسُوْلِهِ، وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لِدُنْيَا يُصِيْبُهَا، أَوْ امْرَأَةٍ يَنْكِحُهَا، فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
“Hanyalah amalan-amalan itu tergantung pada niatnya. Dan setiap orang itu hanyalah akan dibalas berdasarkan apa yang ia niatkan. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Namun barang siapa yang hijrahnya untuk mendapatkan dunia atau seorang wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia niatkan tersebut.” (HR. Al-Bukhari No.1 dan Muslim No.1907).
2. Mengikuti tuntunan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Suatu amalan tidak cukup hanya dengan niat yang ikhlas, tetapi juga harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau bersabda:
«مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ»
“Barang siapa melakukan suatu amalan yang tidak ada tuntunan dari kami, maka amalan tersebut tertolak.”
(HR. Muslim no. 1718).
Maka, hendaknya setiap muslim senantiasa memperhatikan dua syarat ini dalam setiap ibadahnya, yaitu ikhlas karena Allah Ta’ala dan mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dengan demikian, kita berharap amalan yang kita kerjakan diterima oleh Allah Ta’ala.
Wallahu a’lam.
(Al Ustadz Abu Urwah Abdullah Muntilan).





