TIPS MENGGAPAI HIDUP SAKINAH

Setiap insan yang hidup pasti menginginkan dan mendambakan kehidupan yang bahagia, tentram, sejahtera, penuh dengan keamanan dan ketenangan atau bisa dikatakan kehidupan yang sakinah, karena memang sifat dasar manusia adalah senantiasa condong kepada hal-hal yang bisa menentramkan jiwa serta membahagiakan anggota badannya.
Pembaca yang semoga dirahmati Allah, apa sebenarnya hakekat kehidupan yang sakinah dalam sebuah kehidupan rumah tangga?.
Sesungguhnya hakekat kehidupan yang sakinah adalah suatu kehidupan yang dilandasi mawaddah warohmah (cinta dan kasih sayang) dari Allah Subḥanahu wa ta’ala Pencipta alam semesta ini.
Yakni sebuah kehidupan yang diridhai Allah, orang yang menjalani kehidupan tersebut senantiasa berusaha dan mencari keridhaan Allah dan rasul-Nya, dengan cara melakukan setiap apa yang diperintahkan dan meninggalkan segala apa yang dilarang oleh Allah dan rasul-Nya.
Karena memang hakekat ketenangan jiwa (sakinah) itu adalah ketenangan yang terbimbing dengan agama dan datang dari sisi Allah Subḥanahu wa ta’ala, sebagaimana firman Allah (artinya): “Dia-lah yang telah menurunkan sakinah (ketenangan) ke dalam hati orang-orang yang beriman agar keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada).” (QS. Al Fath : 4).
DIANTARA TIPS/CARA MERAIH KEHIDUPAN YANG SAKINAH
1. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam senantiasa menghasung seorang suami dan isteri untuk saling ta’awun (tolong menolong, bahu membahu, bantu membantu) dan bekerja sama dalam bentuk saling menasehati dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan ketakwaan, sebagaimana sabda beliau Shalallahu ‘alaihi wa sallam (artinya),
“Nasehatilah isteri-isteri kalian dengan cara yang baik, karena sesungguhnya para wanita diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok dan yang paling bengkok dari tulang rusuk adalah bagian atasnya (paling atas), maka jika kalian (para suami) keras dalam meluruskannya (membimbingnya), pasti kalian akan mematahkannya. Dan jika kalian membiarkannya (yakni tidak membimbingnya), maka tetap akan bengkok. Nasehatilah isteri-isteri (para wanita) dengan cara yang baik.” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shahih dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).
2. Berdzikir
Ketahuilah, dengan berdzikir dan memperbanyak dzikir kepada Allah, maka seseorang akan memperoleh ketenangan dalam hidup (sakinah).
Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya): “Ketahuilah, dengan berdzikir kepada Allah, (maka) hati (jiwa) akan (menjadi) tenang.” (QS. Ar Ra’d: : 28).
Baik dzikir dengan makna khusus, yaitu dengan melafazhkan dzikir-dzikir tertentu yang telah disyariatkan, misal: astaghfirullah dan lain-lain, maupun dzikir dengan makna umum, yaitu mengingat, sehingga mencakup segala jenis ibadah atau kekuatan yang dilakukan seorang hamba dalam rangka mengingat Allah Subḥanahu wa ta’ala, seperti shalat, puasa, sedekah, dan lain-lain.
3. Menuntut ilmu agama Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):
Tidaklah berkumpul suatu kaum/kelompok disalah satu rumah dari rumah-rumah Allah (masjid), (yang mana) mereka membaca Al Quran dan mengkajinya diantara mereka, kecuali akan turun (dari sisi Allah subhanahu wa ta’ala) kepada mereka as sakinah (ketenangan).” (Muttafaqun ‘alaihi. Hadits shahih, dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu).
Dalam hadits di atas, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan kabar gembira bagi mereka yang mempelajari Al Quran (ilmu agama), baik dengan mempelajari cara membacanya maupun dengan membaca sekaligus mengkaji makna serta tafsirnya, yaitu bahwasanya Allah akan menurunkan as sakinah (ketenangan jiwa) pada mereka.
Pembaca yang semoga dirahmati Allah, demikianlah diantara beberapa hal yang bisa dijadikan tips untuk meraih dan membina rumah tangga yang sakinah. Wallahu a’lamu bish shawab. (Intisari Aba Aiman).
Sumber intisari :





