KISAH MALAIKAT MENJELMA JADI AYAM JANTAN

:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
إِنَّ اللهَ أَذِنَ لِي أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ دَيْكٍ قَدْ مَرَقَتْ رَجُلاَهُ اْلأَرْضَ وَعُنُقُهُ مُنْثَنٍ تَحْتَ الْعَرْشِ وَهُوَ يَقُوْلُ سُبْحانَكَ مَا أَعْظَمَكَ رَبَّنَا فَيَرُدُّ عَلَيْهِ مَا يَعْلَمُ ذٰلِكَ مَنْ حَلَفَ بِي كَاذِبًا
رواه الطبراني والحاكم وصححه الألباني في الصحيحة والوادعي في الصحيح المسند
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah mengizinkan kepadaku untuk menceritakan seekor ayam jantan¹ yang kedua kakinya mencengkeram tanah, sementara lehernya tertunduk di bawah ‘Arsy sembari berkata:
سُبْحانَكَ مَا أَعْظَمَكَ رَبَّنَا
“Maha Suci Engkau, betapa Agungnya Engkau wahai Tuhanku.”
Maka kemudian Allah menjawab: “Orang yang bersumpah dengan nama-Ku dalam keadaan berdusta, tidak mengetahui hal itu (keagungan Allah, pent).”
Hadits ini menunjukkan kepada kita betapa agungnya Allah Subhanahu wa ta’ala dan betapa besar ciptaan-Nya.
Makhluk tersebut menggambarkan kebesaran dan keagungan ciptaan Allah.
Disebutkan pula bahwa kedua kakinya menembus bumi, sedangkan lehernya berada di bawah Arasy. Ia terus bertasbih kepada Allah dan mengagungkan-Nya dengan mengatakan:
سُبْحَانَكَ، مَا أَعْظَمَكَ
“Mahasuci Engkau, betapa agungnya Engkau.”
Kemudian Allah menjelaskan bahwa orang yang berani bersumpah dengan nama-Nya dalam keadaan berdusta, maka dia benar-benar tidak memahami keagungan Allah.
Sebab, seseorang yang benar-benar mengenal kebesaran Allah tentu akan merasa takut untuk menggunakan nama Allah dalam perkara yang tidak benar.
Ia akan menyadari bahwa Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, mengetahui apa yang tersembunyi maupun yang tampak, dan tidak ada satu pun ucapan yang luput dari pengetahuan-Nya.
Karena itu, keberanian seseorang untuk bersumpah dengan nama Allah dalam keadaan berdusta menunjukkan lemahnya pengagungan terhadap Allah di dalam hatinya.
وَاللَّهُ أَعْلَمُ.
(Al Ustadz Abu Urwah Abdullah Muntilan)
___
¹ Dalam riwayat lain dengan jalur sanad yang sama disebutkan dengan lafadz “malaikat” yang menunjukkan bahwa yang dimaksud ayam jantan dalam hadits ini adalah malaikat yang menjelma dalam bentuk ayam jantan (lihat Ash Shohihul Musnad jilid 2 hal 410).



