BOLEHKAH MEMINTA SYAFAAT KEPADA RASULULLAH Shallallahu ‘alaihi wasallam?

Pembaca yang dirahmati Allah…
Pada pembahasan kali ini kami ingin memaparkan hakikat syafaat menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Ketahuilah, bahwasanya kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan bagian dari keimanan. Namun, kecintaan tersebut harus diwujudkan sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan dengan amalan yang tidak disyariatkan.
Di antara ucapan yang sering terdengar adalah, “Ya Rasulullah berilah aku Syafaatmu!”, Pertanyaannya, apakah ucapan seperti ini dibenarkan dalam Islam?
Sesungguhnya syafaat seluruhnya milik Allah semata, Allah Ta’ala berfirman (artinya):
“Katakanlah, ‘Milik Allah seluruh syafaat itu.'” (QS. Az-Zumar: 44).
Ayat ini menunjukkan bahwa syafaat bukan milik para nabi, malaikat, ataupun wali secara mutlak, melainkan milik Allah semata. Tidak seorang pun dapat memberi syafaat kecuali setelah Allah mengizinkan dan meridhainya.
Allah juga berfirman (artinya):
“Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya?” (QS. Al-Baqarah : 255).
Bolehkah Meminta Syafaat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam Setelah Beliau Wafat?
Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa meminta syafaat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam setelah beliau wafat tidak diperbolehkan, bahkan termasuk syirik akbar.
Mengapa demikian?
Karena permintaan tersebut adalah doa kepada orang yang telah wafat untuk sesuatu yang tidak mampu ia lakukan setelah kematiannya. Setelah seseorang meninggal dunia, amal dan kemampuannya untuk berbuat di dunia telah terputus.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya):
“Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
(HR. Muslim dari Abu Hurairah).
Apa yang Disyariatkan?
Mencintai Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bukan berarti meminta syafaat kepada beliau setelah wafat, tetapi mengikuti sunnahnya, memperbanyak shalawat kepadanya, dan memohon kepada Allah agar mengaruniakan syafaat beliau kepada kita pada hari Kiamat.
Hadits tentang Amal yang Diperlihatkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
Sebagian orang berdalil dengan riwayat bahwa amal umat diperlihatkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu apabila beliau melihat kebaikan beliau memuji Allah dan apabila melihat keburukan beliau memohonkan ampun.
Syaikh Ibnu Baz rahimahullah menjelaskan bahwa riwayat tersebut lemah/Dhaif dan tidak shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kalaupun dianggap shahih, tetap tidak menunjukkan bolehnya meminta syafaat kepada beliau setelah wafat.
Semoga Allah ‘Azza wa jalla meneguhkan hati kita di atas tauhid yang murni, menjauhkan kita dari segala bentuk kesyirikan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, serta mengaruniakan kepada kita syafaat Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi bermanfaat. Aamiin.
(Al Ustadz Muhammad Nur).





