PUASA ASYURA: DOSA SETAHUN TERHAPUS, MAUKAH ANDA MELEWATKANNYA?

Telah tetap dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau berpuasa pada hari Asyura (10 Muharram). Beliau juga menghasung manusia untuk berpuasa Asyura, dikarenakan hari tersebut merupakan hari ketika Allah menyelamatkan Nabi Musa ‘alaihis salam dan kaumnya serta hari ketika Firaun dan bala tentaranya dibinasakan.
Disunnahkan bagi setiap muslim dan muslimah untuk berpuasa pada hari tersebut dalam rangka bersyukur kepada Allah ‘Azza wa jalla.
Disunnahkan juga berpuasa satu hari sebelumnya atau satu hari setelahnya dalam rangka menyelisihi kaum Yahudi.
Jika dia berpuasa seluruhnya, hari ke-9, ke-10, dan ke-11, maka tidak mengapa. Karena diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:
خالفوا اليهود صوموا يومًا قبله ويومًا بعده
“Selisihilah Yahudi, berpuasalah kalian satu hari sebelumnya dan satu hari setelahnya.” (HR. Ahmad dalam Musnad Bani Hasyim no. 2155).
Diriwayat lainnya:
صوموا يومًا قبله أو يومًا بعده
“Berpuasalah kalian satu hari sebelumnya atau satu hari setelahnya.” (HR. Al-Haisami dalam Mujma Az-Zawaid no. 4315).
Telah shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau ditanya tentang puasa Asyura, maka beliau menjawab:
يكفر الله به السنة التي قبله
“Allah akan menghapus dosa-dosa setahun yang telah lalu.” (HR. At-Tirmidzi no. 752).
Hadits-hadits tentang puasa Asyura dan hasungan tentangnya banyak.
Semoga Allah memberikan taufik kepada kita dan segenap kaum muslimin kepada ibadah yang Allah ridhai serta menjadikan kita termasuk orang-orang yang bersegera melakukan kebaikan. Aamiin. (UAIA).
Sumber: Majmu Fatawa wa Maqalat Asy-Syaikh Ibn Baz 15/399.





