Aqidah

Bagaimana Mengenal Tuhan Kita?

Saudaraku Kaum Muslimin rahimakumullah,

Merupakan kewajiban bagi setiap insan untuk beriman kepada Allah Ta’ala.

Beriman kepada Allah Ta’ala mencakup empat prinsip keimanan :

PERTAMA : Beriman bahwa Allah Ta’ala itu ada.

Yang menunjukkan bahwa Allah itu ada adalah fitrah manusia, akal, syariat dan panca indra.

▪️Secara fitrah menunjukkan atas adanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena setiap makhluk telah diberi fitrah untuk beriman kepada penciptanya tanpa berfikir terlebih dahulu, tanpa harus diajari.

Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam (artinya), Tidaklah dari (bayi) yang dilahirkan itu kecuali dilahirkan di atas fitrah (di atas Islam) maka kedua orang tuanyalah yang menjadikan dia Yahudi, Nasrani atau Majusi. (HR. Al Bukhari no. 1319).

▪️Dalil ‘aqli (akal) yang menujukkan bahwa Allah Ta’ala itu ada;

Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menyebutkan dalil ‘aqli ini dan bukti yang pasti ini dalam firman-Nya,

أَمْ خُلِقُوا مِنْ غَيْرِ شَيْءٍ أَمْ هُمُ الْخَالِقُونَ

“Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatupun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri?”

Yakni bahwasanya mereka tidak tercipta tanpa pencipta dan mereka tidak menciptakan dirinya sendiri. Maka pasti mereka ada penciptanya yaitu Allah Tabaraka wa Ta’ala.

▪️Dalil syar’i yang menjelaskan bahwa Allah Ta’ala itu ada;

Karena sesungguhnya kitab-kitab samawi semuanya menjelaskan hal itu.

Kandungan dari kitab-kitab tersebut berupa hukum-hukum yang adil untuk kemaslahatan manusia adalah dalil bahwa sesungguhnya kitab-kitab tersebut dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui kemaslahatan-kemaslahatan makhluk-Nya.

Begitu juga dengan berita-berita tentang alam semesta yang di sebutkan di dalam kitab-kitab tersebut yang terbukti kebenarannya dengan terjadinya apa yang diberitakan, adalah dalil bahwa kitab-kitab tersebut dari Rabb Yang Maha Mampu untuk mewujudkan apa yang diberitakan-Nya.

▪️Adapun dalil panca indra yang menunjukkan bahwa Allah itu ada, maka dari dua sisi :

Pertama, Kita mendengar dan menyaksikan terkabulkannya doa orang-orang yang berdoa dan diturunkannya pertolongan bagi orang yang kesulitan.

Hal ini menunjukkan secara pasti atas adanya Allah Ta’ala.

Allah berfirman (artinya), “ Dan (ingatlah kisah) Nuh, sebelum itu ketika dia berdoa, dan Kami memperkenankan doanya.”

Dan senantiasa terkabulnya doa bisa disaksikan sampai sekarang bagi siapa saja yang bersungguh-sungguh dan jujur kembali kepada Allah Ta’ala serta berupaya memenuhi syarat-syarat dikabulkannya doa.

Kedua, Sesungguhnya mukjizat para Nabi yang disaksikan atau didengar oleh manusia adalah bukti yang pasti tentang adanya yang mengutus mereka , yaitu Allah Ta’ala.

Karena sesungguhnya mukjizat itu adalah perkara yang di luar kemampuan manusia. Allah menjadikannya sebagai penguat dan pertolongan terhadap para Rasul-Nya.

(Disadur dari kitab Nubdzah Fil ‘Aqidah karya Asy-Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button