Doa

AGAR TIDAK TERSESAT

Pada zaman yang penuh dengan berbagai fitnah ini, seorang muslim dituntut untuk memiliki hati yang kokoh dan iman yang kuat, dikarenakan fitnah datang silih berganti, ada fitnah syahwat yang mengajak kepada kemaksiatan, ada pula fitnah syubhat yang merusak pemikiran dan keyakinan.

Banyak manusia yang dahulu istiqomah di atas sunnah, namun bisa begitu cepat berubah karena tidak mampu bertahan menghadapi derasnya arus fitnah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengambarkan hal itu dalam sabdanya,

«بَادِرُوا بِالْأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ، يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُمْسِي مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا، يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا».

“Bersegeralah kalian beramal shalih sebelum datang fitnah-fitnah seperti potongan-potongan malam yang gelap. Ada seseorang di waktu pagi dalam keadaan beriman, namun di waktu sore ia menjadi kafir, atau di waktu sore ia seorang mukmin lalu di pagi hari ia telah menjadi kafir. Ia menjual agamanya demi sedikit keuntungan dari dunia.” (HR. Muslim no. 118).

Maka diantara sebab terbesar yang dapat membantu seorang hamba untuk tetap meraih tetap istiqamah di tengah derasnya fitnah adalah dengan memperbanyak doa kepada Allah Ta’ala.

Al-Qur’an telah mengajarkan agar seorang hamba selalu memohon istiqamah dan keteguhan hati di atas agama, diantara doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an yaitu doa yang selalu kita baca dalam shalat,

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

“Tunjukilah kami jalan yang lurus.” (QS. Al-Fatihah : 6).

Berkata asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di rahimahullah Ta’ala dalam kitab tafsirnya tentang ayat diatas:

“Yaitu Tunjukilah kami, bimbinglah kami, dan berilah kami taufik menuju jalan yang lurus; yaitu jalan yang jelas yang mengantarkan kepada Allah dan kepada surga-Nya, yaitu mengetahui al-haq dan mengamalkannya.”

Doa lainnya yang Allah ajarkan,

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ

“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau condongkan hati kami kepada kesesatan setelah Engkau berikan petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu. Sesungguhnya Engkau Maha Pemberi.” (QS. Ali ‘Imran : 8).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau adalah manusia yang paling mulia dan paling kuat imannya, namun beliau tetap senantiasa berdoa memohon keistiqomahan dan menyerahkan segala urusannya kepada Allah ‘Azza wa jalla, diantara do’a yang beliau panjatkan:

“يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ”

“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.” (HR. Tirmidzi no 2140).

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengajarkan do’a kepada para sahabatnya, diantara do’a yang beliau ajarkan adalah kepada sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata:

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadaku:

قل: اللّهمَّ اهدني وسددني. واذكر بالهداية هدايةَ الطريق، وبالسداد سدادَ السهم”. وفي رواية قال  قل: اللّهمَّ إني أسألك الهدى والسداد”

“Ucapkanlah:

اللَّهُمَّ اهْدِنِي وَسَدِّدْنِي

‘Ya Allah, berilah aku petunjuk dan karuniakanlah kepadaku ketepatan (taufiq).’

Dan ingatlah ketika engkau memohon petunjuk, seperti petunjuk menuju jalan. Dan ingatlah ketika engkau memohon ketepatan, seperti tepatnya anak panah mengenai sasarannya.”

Dalam riwayat lain beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالسَّدَادَ

“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu petunjuk dan ketepatan.” (HR. Muslim no. 2725).

Semoga Allah Tabaraka wa ta’ala senantiasa mengaruniakan keistiqamahan, dan senantiasa menjaga kita dari berbagai fitnah syubhat dan syahwat yang membinasakan, hingga kita semua berjumpa dengan-Nya dengan hati yang selamat. Amiin.

(Al Ustadz Fadhil).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Baca Juga
Close
Back to top button