Doa

Doa Agar Nikmat Tidak Dicabut

Nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala adalah anugerah yang tak ternilai. Setiap detik dalam kehidupan manusia dipenuhi oleh berbagai macam nikmat. Sebut saja; nikmat iman, kesehatan, keluarga, rezeki, ketentraman dan berbagai macam lainnya. Namun, sering kali manusia baru menyadari besarnya suatu nikmat setelah nikmat tersebut hilang, hingga merekapun terlarut dalam kesedihan dan penyesalan.

Oleh karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita doa yang agung untuk berlindung dari hilangnya nikmat dan datangnya murka Allah Subhanahu wa ta’ala.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering berdoa:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Allaahumma inniy ‘auudzubika min zawaali ni’matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wafujaa-ati niqmatik, wa jamii-‘i sakhotik.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, berubahnya kesehatan yang Engkau berikan, datangnya azab-Mu secara tiba-tiba dan dari seluruh kemurkaan-Mu.” (HR. Muslim no. 2739).

Melalui doa ini, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar kita selalu memohon perlindungan dari hilangnya nikmat. Karena berbagai nikmat yang kita rasakan ini hakekatnya adalah milik Allah Subhanahu wa ta’ala yang kapan saja bisa dicabut sesuai kehendak-Nya, baik dengan sebab dosa-dosa kita, kelalaian kita, atau murni sebagai ujian dari Allah Subhanahu wa ta’ala atas kejujuran keimanan kita.

Dalam doa ini pula, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan akan agungnya nikmat kesehatan yang tentu juga harus dijaga. Bahkan dalam suatu kesempatan, beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan bahwa nikmat kesehatan merupakan salah satu nikmat besar yang sering diabaikan.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya),
“Ada dua nikmat yang kebanyakan manusia tertipu dengannya: nikmat kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari no. 6412).

Sehingga selagi nikmat-nikmat besar ini masih ada, maka mari kita syukuri dengan memanfaatkannya untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Jangan sampai berbagai nikmat yang kita rasakan ini dicabut, diganti dengan murka dan azab Allah Subhanahu wa ta’ala. Azab dari Allah Subhanahu wa ta’ala bisa datang kapan saja dan dalam bentuk apapun, baik berupa bencana, kehilangan harta atau kerabat, atau kesempitan hidup.

Seorang mukmin sejati selalu berusaha menjauh dari segala hal yang dapat mendatangkan murka Allah Subhanahu wa ta’ala, seperti dosa, kezaliman, kesombongan atau pun kekufuran terhadap nikmat. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman (artinya),

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat” (QS. Ibrahim: 7).

Bersyukur yang dimaksud di sini bukan hanya sekadar ucapan “alhamdulillah”, tapi perlu diwujudkan dalam tiga hal:

Pertama: Hati mengakui dan meyakini bahwa segala bentuk nikmat berasal dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Kedua: Lisan memuji serta menyebut kebaikan dan nikmat-nikmat Allah Subhanahu wa ta’ala.

Ketiga: Anggota tubuh digunakan untuk mengerjakan amalan ketaatan kepada-Nya.

Dengan bersyukur dan menjaga ketaatan, nikmat akan bertambah dan dijaga oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Sebaliknya, kufur nikmat dapat menyebabkan hilangnya nikmat dan datangnya murka Allah.

Doa ini adalah wujud kesadaran seorang hamba bahwa semua nikmat berada di bawah kekuasaan Allah Subhanahu wa ta’ala. Tiada jaminan bahwa nikmat hari ini akan tetap ada esok hari. Maka hendaknya kita sering mengulang doa ini dalam keseharian kita.

Doa ini juga mengajarkan kita agar senantiasa introspeksi, tidak merasa aman dari murka Allah Subhanahu wa ta’ala dan terus memperbaiki amal.

Semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menjaga kita dari hilangnya nikmat dan menjadikan kita hamba yang pandai bersyukur.

Aamiin Ya Rabbal Alamin. (UAP).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Back to top button