Fatawa

Benarkah Teori Bumi Mengelilingi Matahari?

 

Pertanyaan :

Ilmu modern telah menetapkan  bahwa matahari itu diam (tidak bergerak) sementara planet-planet yang lain berputar mengelilingi matahari.

Apakah boleh meyakini  keyakinan ini?

Dan atau apakah ini bertentangan dengan ayat Al- Quran,

{ وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا }

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya.” (QS. Yasin: 38)

Jawaban :

Saya berpendapat bahwasanya manusia (wajib) mengambil yang zhahir (tampak) dari Al-Quran, karena Al-Quran adalah firman Sang Pencipta ‘Azza wa Jalla, dan Dialah Yang lebih tahu tentang makhluk-makhluk-Nya.

Matahari berada di tempat yang kita tidak bisa menjangkaunya dan tidak seorang pun bisa menjangkaunya.

Sehingga ketika Allah Ta’ala telah berfiman,

{ وَالشَّمْسُ تَجْرِي لِمُسْتَقَرٍّ لَهَا }

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya.” (QS. Yasin: 38).

Dan ketika Dia Subhanahu wa Ta’ala juga telah berfirman,

{ وَتَرَى الشَّمْسَ إِذَا طَلَعَتْ تَزَاوَرُ عَنْ كَهْفِهِمْ ذَاتَ الْيَمِينِ وَإِذَا غَرَبَتْ تَقْرِضُهُمْ ذَاتَ الشِّمَالِ }

“Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ke sebelah kanan, dan bila matahari terbenam menjauhi mereka ke sebelah kiri.” (QS, Al Kaahfi: 17).

Di sini ada empat perbuatan yang disandarkan kepada matahari, ketika terbit condong dan bila matahari terbenam menjauhi mereka.

Ayat ini menjelaskan bahwa matahari yang bergerak.

Maka Anda melihat matahari yang terbit, yang condong, yang terbenam dan yang menjauh.

Maka wajib bagi kita untuk beriman dengan dalil ini.

Dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda kepada Abu Dzar ketika matahari terbenam,

“Tahukah engkau kemana dia (matahari) itu pergi? Aku menjawab ( kata Abu Dzar), Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.

Beliau menjelaskan, sesungguhnya dia itu pergi dan Sujud di bawah ‘Arsy dan mohon izin (kepada Allah), jika diizinkan (maka ia terbit lagi keesokan harinya) dan jika tidak diizinkan maka ia kembali (ke tempat terbenamnya).

Beliau Shallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan, dia (matahari) itu pergi, sujud dan kembali.

Maka kita wajib beriman dengan yang tampak dari dalil-dalil di atas bahwa matahari yang bergerak.

Kesimpulannya, kita tidak mengetahui yang ghaib kecuali yang diajarkan oleh Allah ‘Azza wa Jalla kepada kita.

Maka kita wajib beriman dengan yang tampak dari ayat  Al Qur`an.

Dan kita katakan, bahwa  sesungguhnya dengan sebab matahari  berjalan terjadilah pergantian malam dan siang, ini yang tampak jelas, bukan bumi yang berputar mengelilingi matahari.

Wallahu a’lamu bish-shawab.

(Disarikan dari Fatwa Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button