Fatawa

Kondisi Ibu Hamil dan Menyusui ketika di Bulan Ramadhan

قال الإمام الشافعي رحمه الله :

والحامل والمرضع إذا أطاقتا الصوم، ولم تخافا على ولديهما لم تفطرا فإن خافتا على ولديهما أفطرتا، وتصدقتا عن كل يوم بمد حنطة وصامتا إذا أمنتا على ولديهما. وإن كانتا لا تقدران على الصوم، فهذا مثل المرض أفطرتا، وقضتا بلا كفارة ( الأم ج ٣ ص ٢٦١)

Berkata Al lmam Asy Syafi’ie rahimahullah :

Adapun perempuan hamil dan ibu menyusui jika mampu berpuasa dan tidak khawatir terhadap janinnya atau bayinya maka jangan berbuka (tetap berpuasa, pen.).

Adapun jika dengan berpuasa merasa khawatir terhadap keselamatan janinnya atau bayinya maka diperbolehkan tidak berpuasa namun mereka berdua memberi makan (kepada faqir miskin, pen.) setiap harinya sebanyak 1 mud gandum*.

Sehingga jika mereka berdua merasa tenang atas keselamatan janinnya dan bayinya maka tetap diwajibkan berpuasa. Sedangkan apabila mereka berdua sendiri yang tidak mampu berpuasa maka yang demikian seperti kondisi orang yang sakit, boleh baginya tidak berpuasa dan wajib untuk mengqodho puasa saja tanpa membayar kaffarah (fidyah).

(Dinukil dari kitab Al Umm 3/261 karya Al Imam Asy Syafi’ie)

* ini yang dikenal dengan fidyah, yang mana baginya boleh juga menunaikan dalam bentuk makanan jadi.

1 mud = seukuran dua telapak tangan yang ditengadahkan saat berdoa : ± 0,75 kg

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga
Close
Back to top button