Fatawa

Dimanakah Tempat Anak-Anak Muslimin yang Meninggal Sebelum Baligh?

Nikmat Allah memang tak terhingga. Diantara nikmat yang amatlah besar dalam kehidupan seorang muslim dan muslimah -bahkan orang-orang kafir sekalipun- hadirnya keturunan di tengah-tengah kehidupan rumah tangga mereka.

Dialah Allah al-‘Alim al-Qadir yang memberikan anugerah berupa anak. Ada yang diberi anak laki-laki saja, tanpa anak perempuan. Ada yang diberi anak perempuan saja, tanpa laki-laki. Ada yang diberi keduanya. Ada yang tidak diberi sama sekali.

Allah Ta’ala berfirman :

{ لِّلَّهِ مُلۡكُ ٱلسَّمَـٰوَ ⁠تِ وَٱلۡأَرۡضِۚ یَخۡلُقُ مَا یَشَاۤءُۚ یَهَبُ لِمَن یَشَاۤءُ إِنَـٰثࣰا وَیَهَبُ لِمَن یَشَاۤءُ ٱلذُّكُورَ }

Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki, [QS. Asy-Syura : 49].

Al-Imam al-Baghawi rahimahullah menyatakan bahwa tafsir ayat di atas contoh dari para nabi ‘Alaihis Salam. Yang diberi anak wanita saja adalah Nabi Luth ‘Alaihis Salam. Sedangkan yang diberi anak laki-laki saja contohnya Nabi Ibrahim ‘Alaihis Salam. Contoh nabi yang diberi anak laki-laki dan wanita adalah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, dan yang tidak dikaruniai keturunan adalah Nabi Yahya dan Nabi Isa __‘Alaihimas Salam_. Kendati demikian ayat di atas berlaku untuk semua umat manusia¹.

Sebagaimana dikatakan bahwa kematian tidaklah mengenal usia. Siapa pun jika ajalnya telah tiba, tak akan tertunda walau sejenak. Sampai pun jika itu ajalnya anak-anak, entah yang telah terlahir di dunia maupun yang masih dalam kandungan. Tentu ini merupakan ujian bagi para orangtua, muslimin dan muslimat. Allah _ar-Rahman_ yang Maha Pengasih, menjadikan musibah tersebut justru sebagai keutamaan bagi para orangtua yang anaknya telah wafat mendahulu keduanya. Kabar gembira tersebut Allah sampaikan melalui lisan Rasul-Nya Shallallahu’Alaihi wa Sallam. Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda :

والمولود في الجنة.

“Bayi yang (baru lahir kemudian meninggal) tempatnya di Jannah.” (HR. Abu Daud no. 2521).

Rasulullah Shallallahu’Alaihi wa Sallam bersabda :

أطفالُ المؤمنينَ في جبلٍ في الجنةِ ، يكفلُهم إبراهيمُ و سارَّةُ ، حتى يردَّهم إلى آبائِهم يومَ القيامةِ

“Anak-anak kaum mukminin (yang meninggal sebelum baligh) berada di gunung Jannah. Mereka dirawat oleh Ibrahim dan Sarah alaihimassalam. Sampai nanti di hari kiamat, mereka akan dikembalikan kepada orangtua mereka.” (Dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam ‘Shahihul Jami’ no. 1023).

Beliau Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga bersabda :

صغارهم دعاميص الجنة، يتلقى أحدهم أباه فيأخذ بثوبه فلا ينتهي حتى يدخله الله وإياه الجنة.

“Anak-anak muslimin adalah penduduk Jannah yang tidak akan keluar darinya. Mereka akan menyambut kedua orangtuanya dan memegang pakaian keduanya. Anak-anak tersebut tidak akan melepaskannya sampai membawa keduanya ke dalam Jannah”. (HR. Muslim no. 2635).

Al-Imam Nawawi rahimahullah berkata : “Asal makna du’mush (دعموص) adalah jentik-jentik hewan yang hidup di air yang tidak mungkin berpisah dengan air. Begitupula anak-anak yang meninggal tersebut, mereka berada di Jannah dan tidak mungkin berpisah darinya (al-Jannah, pen)”.

Semoga Allah menjadikan anak-anak kita yang masih hidup sebagai insan yang shalih dan shalihah, dan menjadikan anak-anak kita semua yang mendahului kita sebagai anak-anak yang akan menarik kita semua hingga memasuki pintu Jannah (surga). Amiin.
——————————-
1.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga
Close
Back to top button