Raqaiq

Sebab-sebab Amalan Berlipat Ganda Pahalanya

Dilipat gandakannya amalan dengan kebaikan sampai sepuluh kali lipat, ini berlaku pada setiap amal shalih.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala :

مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

“Barang siapa beramal kebaikan, maka baginya pahala sepuluh kebaikan yang semisalnya.” (QS. al-An’am : 160).

Adapun pelipat gandaan lebih dari sepuluh kali lipat, memiliki sebab-sebab: bisa terkait dengan orang yang beramal, atau amalan itu sendiri, atau waktu, atau tempat, atau terkait dengan pengaruhnya.

Di antara sebab terpenting dilipat gandakannya pahala amal shalih adalah :

1. Merealisasikan amalnya dengan keikhlasan kepada Allah dan mengikuti Rasul Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.

Oleh karenanya, sedikit amalan yang disertai keikhlasan yang sempurna dan mutaba’ah (mengikuti bimbingan) Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, itu jauh lebih baik dibandingkan banyaknya amalan namun tidak disertai dengan keikhlasan dan mutaba’ah yang sempurna.

2. Akidah yang benar

Sesungguhnya kuatnya keimanan seorang hamba kepada Allah, mengimani nama-nama dan sifat-sifat-Nya, dan keyakinan akan pertemuan dengan Allah di hari kiamat, menyebabkan amalan seorang hamba akan dilipat gandakan berkali-kali lipat.

Oleh karenanya, ahlul bid’ah yang menyimpang dari jalan yang lurus, meski banyak beramal, justru kebid’ahannya akan mengantarkan ke neraka.

3. Beramal dengan amalan yang bermanfaat bagi Islam dan kaum muslimin

Seperti jihad di jalan Allah: jihad dengan badan, harta, ucapan, atau membantah orang-orang yang menyimpang.

Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ أَنْفَقَ نَفَقَةً في سبيلِ اللَّهِ كُتِبَ لَهُ سبْعُمِائِة ضِعفٍ

“Barang siapa yang berinfaq di jalan Allah, maka akan dicatat baginya tujuh ratus kali lipat.” (HR. at-Tirmidzi).

Termasuk jihad yang paling besar, adalah ikhlas dalam belajar ilmu agama dan mengajarkannya.

Belajar ilmu agama dan mengajarkannya akan menghidupkan ilmu dan agama, membimbing orang-orang yang bodoh, mengajak kepada kebaikan, melarang dari kejelekan, dan berbagai manfaat lainnya.

4. Beramal shalih yang ditiru oleh orang lain

Ini juga termasuk yang akan melipat gandakan pahala. Barang siapa yang menjadi sebab saudaranya beramal shalih, maka tidak dipungkiri hal ini akan menambah pahala baginya.

Nabi Shallallahu ’Alaihi wa Sallam bersabda :

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

Barangsiapa yang menunjuki kebaikan, maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.” (HR. Muslim no. 1893).

5. Beramal di waktu dan tempat yang mulia

Seperti beramal di bulan Ramadhan, awal sepuluh hari Dzulhijjah, shalat di sepertiga akhir malam, atau yang lainnya.

Begitu pula beribadah di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, atau Masjidil Aqsha.

Dari Jabir bin Abdillah Radhiyallahu ‘Anhuma, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1.000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Haram. Shalat di Masjidil Haram lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam kitab at-Targhib wat-Tarhib no. 1173).

Sumber : Al-Asbab wal A’mal allati Yudho’afu biha ast-Tsawab karya Syaikh Abdurrahaman bin Nashir as-Si’di rahimahullah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button