Raqaiq

ADA APA DI BALIK KARHUTLA?!

Ketika musim kemarau di negeri kita Indonesia belum usai dan masih dirasakan oleh sebagian masyarakat, kondisi ini menyebabkan terjadinya kekeringan di berbagai wilayah dan berkurangnya ketersediaan air bersih, bahkan diperparah dengan musibah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sebagian wilayah di negeri kita akibat ulah tangan manusia. Kebakaran yang menimbulkan berbagai dampak buruk, mulai dari kerusakan lingkungan, kabut asap yang mengganggu kesehatan, hingga terganggunya aktivitas dan kehidupan masyarakat.

Musibah ini semestinya tidak hanya membuat kita banyak mengeluh, banyak berkomentar di media sosial, bukan menjadikannya sebagai bahan untuk menyalahkan dan mencela pemerintah, atau hanya menuding orang lain yang bersalah, tetapi seharusnya juga mendorong kita untuk mengambil pelajaran, introspeksi diri, bertaubat, dan kembali kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

Karena hakikatnya berbagai musibah dan bencana yang terjadi di muka bumi tidak lepas dari perbuatan manusia itu sendiri. Kerusakan tersebut dapat timbul akibat ulah tangan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, melalui berbagai bentuk kemaksiatan, kelalaian, serta tindakan yang menimbulkan kerugian bagi sesama makhluk, Allah Subhanahu wa ta’ala mengingatkan dalam ayatnya:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, agar Allah merasakan kepada mereka sebagian dari akibat perbuatan mereka, supaya mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Ar-Rum : 41).

Dalam ayat yang lainnya Allah ‘Azza wa jalla menyebutkan hikmah dibalik berbagai ujian yang Allah Ta’ala tetapkan bagi hamba-hamba-Nya adalah untuk menampakkan siapa yang benar dan jujur dalam keimanannya, siapa yang tetap bersabar ketika menghadapi kesulitan, serta siapa yang paling baik amalnya dalam menjalani kehidupan dunia ini, Allah Ta’ala mengatakan:

الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ

“Yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang paling baik amalnya. Dan Dia Mahaperkasa, Maha Pengampun.” (QS. Al-Mulk : 2).

Musibah kemarau dan kebakaran yang terjadi ini hendaknya juga semakin menyadarkan kita bahwa betapa berharganya nikmat hujan, mensyukuri kehadirannya, meyakini bahwa hujan yang turun atas kehendak Allah, serta mengakui bahwa hujan merupakan rahmat dan karunia dari Allah Ta’ala, dalam ayatnya Ia berfirman:

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ

“Dialah yang menurunkan hujan setelah mereka berputus asa, dan Dia yang menyebarkan rahmat-Nya.” (QS. Asy-Syura: 28).

PENUTUP DAN DO’A

Ingatlah, wahai saudaraku, bahwa setiap ujian pasti ada akhirnya. Tidak ada kesulitan yang berlangsung selamanya, dan tidak ada kesedihan yang akan terus menetap.

Sesungguhnya, setelah kesulitan pasti ada kemudahan, sebagaimana Allah Ta’ala berfirman:

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

“Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Asy-Syarh: 5–6).

Terbukti pada hari-hari ini, sebagian kota dan wilayah di negeri kita telah diguyur hujan. Semoga hujan yang Allah Ta’ala turunkan ini juga Allah Ta’ala turunkan ke wilayah-wilayah lain yang hingga saat ini belum diguyur hujan, dan kita berharap kepada Allah bahwa hujan yang turun ini menjadi hujan yang membawa keberkahan, membawa rahmat, menyuburkan bumi, menghidupkan kembali tanah yang kering, serta menjadi sebab pulihnya kembali keadaan wilayah-wilayah yang terdampak kemarau. Amiin ya Rabbal ‘Alamiin. (Al Ustadz Fadhil).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Baca Juga
Close
Back to top button