UCAPAN DOA HARI RAYA

Hari raya Idul Fithri adalah hari kegembiraan bagi kaum muslimin setelah menunaikan ibadah besar; puasa Ramadhan. Di hari yang penuh berkah ini, kaum muslimin saling bertemu, berjabat tangan, dan mengucapkan doa kebaikan satu sama lain.
Lalu apa ucapan yang disyariatkan pada hari raya?
Ucapan Para Shahabat di Hari Raya
Para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kebiasaan saling mendoakan ketika bertemu pada hari raya.
Di antara ucapan yang diriwayatkan dari mereka adalah:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
“Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan dari kalian.”
Al-Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah berkata:
“Diriwayatkan dari beberapa shahabat bahwa mereka apabila saling bertemu pada hari raya, mereka mengatakan:
” تقبل الله منا ومنكم ”
“Semoga Allah menerima (amal ibadah) dari kami dan kalian.” Fathul Bari (2/575).
Ucapan ini berisi doa yang sangat indah, yaitu memohon agar Allah menerima amal ibadah yang telah dikerjakan.
Tidak Ada Lafazh Khusus yang Baku
Para ulama menjelaskan bahwa tidak ada lafazh khusus yang sunnah diucapkan ketika memberi ucapan selamat hari raya. Yang penting adalah doa yang baik.
Asy-Syaikh Abdul Aziz ibn Baz rahimahullah pernah ditanya tentang ucapan selamat hari raya. Beliau menjawab:
“Tidak ada lafazh tertentu yang dikenal. Jika seseorang berkata:
تقبل الله منا ومنك atau عيدكم مبارك
“(Semoga hari raya kalian diberkahi) atau (Semoga Allah menerima (amal ibadah) dariku dan darimu)”, maka tidak mengapa. Semua ucapan semisal itu sudah cukup.” (Majmu‘ Fatawa wa Maqalat Ibn Baz (13/7)).
Ini menunjukkan bahwa ucapan seperti:
تقبل الله منا ومنكم, عيدكم مبارك, العيد مبارك
semuanya boleh diucapkan, karena termasuk doa dan ungkapan kegembiraan.
Bersalaman dan Berpelukan
Adapun berjabat tangan ketika bertemu pada hari raya, maka hal itu tidak mengapa karena termasuk bentuk salam dan keakraban.
Namun mengenai berpelukan (mu’anaqah), para ulama menjelaskan bahwa tidak ada dalil khusus tentang hal tersebut. Meski begitu, jika terjadi karena kebiasaan masyarakat maka tidak sampai terlarang, namun meninggalkannya lebih utama.
Hal ini dijelaskan oleh Syaikh Abdul Aziz ibn Baz dalam fatwanya. (Majmu‘ Fatawa wa Maqalat Ibn Baz (13/10)).
Para pembaca yang dirahmati Allah….
Hari raya adalah hari penuh kebahagiaan dan persaudaraan. Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimin menghidupkan hari raya dengan doa dan ucapan yang baik, seperti:
تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال
“Semoga Allah menerima amal-amal shalih dari kami dan dari kalian.”
Semoga Allah menerima amal ibadah kita dan mempertemukan kita kembali dengan hari-hari raya berikutnya dalam ketaatan kepada-Nya. Amin. (UMNR).






