Aqidah

Siksa Neraka Bukan Hanya Bersifat Panas

Salah satu bentuk balasan yang Allah ‘Azza wa Jalla berikan kepada orang-orang yang kufur dan durhaka kepada-Nya adalah Allah akan menyiksa mereka di neraka. Neraka adalah tempat terakhir yang Allah Ta’ala telah ciptakan untuk mengazab orang-orang kafir dan munafiqin. Neraka kekal abadi dan tidak akan musnah, sesuai dengan kehendak-Nya. Mereka menjadi penghuni neraka dan diazab selamanya.

وَالَّذِيۡنَ كَفَرُوۡا وَكَذَّبُوۡا بِـاٰيٰتِنَآ اُولٰٓٮِٕكَ اَصۡحٰبُ النَّارِ هُمۡ فِيۡهَا خٰلِدُوۡنَ

Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat kami, mereka itu penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. al Baqoroh : 39).

 

Penghuni Neraka Disiksa dengan Rasa Panas dan Dingin yang Dahsyat

Penghuni neraka diazab dengan panas api yang amat menyiksa. Di neraka juga terdapat siksaan berupa dingin yang amat menyiksa.

.. قُلۡ نَارُ جَهَـنَّمَ اَشَدُّ حَرًّا لَوۡ كَانُوۡا يَفۡقَهُوۡنَ‏

Katakanlah (Muhammad), “Api neraka Jahannam lebih panas,” jika mereka mengetahui.” (QS. at Taubah :81).

جَهَـنَّمَ يَصۡلَوۡنَهَا فَبِئۡسَ الۡمِهَادُ‏ ٥٦

هٰذَا فَلۡيَذُوۡقُوۡهُ حَمِيۡمٌ وَّغَسَّاقٌ ٥٧

(yaitu) neraka Jahannam yang mereka masuki, maka itulah seburuk-buruk tempat tinggal. Inilah (azab neraka), maka biarlah mereka merasakannya, (minuman mereka) air yang sangat panas dan air yang sangat dingin.” (QS. Shod : 57-58).

“… adapun Al Hamim adalah panas yang telah berakhir rasa panasnya dan adapun Al Ghossaq adalah kebalikannya (dari Al Hamim, -pent), yaitu dingin yang tidak dapat disanggupi karena kuatnya rasa dingin yang menyakitkan…” (Tafsir Ibnu Katsir Surah Shod : 56-57).

Hadits yang diriwayatkan oleh shahabat Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda :

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ” اشْتَكَتِ النَّارُ إِلَى رَبِّهَا، فَقَالَتْ: يَا رَبِّ أَكَلَ بَعْضِي بَعْضًا، فَأَذِنَ لَهَا بِنَفَسَيْنِ، نَفَسٍ فِي الشِّتَاءِ، وَنَفَسٍ فِي الصَّيْفِ، فَهْوَ أَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الْحَرِّ، وَأَشَدُّ مَا تَجِدُونَ مِنَ الزَّمْهَرِيرِ

Neraka mengadu kepada Rabbnya seraya berkata,”Wahai Rabbku, sebagian diriku memakan satu sama lainnya.” Maka Allah mengizinkan neraka untuk bernapas dua kali; satu napas pada musim dingin dan satu napas pada musim panas. Maka napas tersebut menjadi rasa panas yang sangat yang kalian dapati dan menjadi napas yang paling dingin yang kalian dapati.” (H.R. Muslim no. 617).

Asy Syaikh Muhammad bin Sholih al ‘Utsaimin rahimahullah berkata dalam menjelaskan hadits ini:

Jika dikatakan: Apakah bisa kita ambil faedah bahwa di dalam neraka terdapat siksaan dengan rasa dingin yang dahsyat?

Maka jawabannya adalah: Ya, diazab dengan rasa dingin yang amat menyiksa. Mereka (penghuni neraka, pent) berpindah dari satu azab ke azab yang lain, terkadang dari azab ini dan terkadang dari azab ini (diazab bergantian dengan rasa panas dan dingin, pent) dalam rangka menambah siksaan. Kita memohon perlindungan kepada Allah (dari siksa neraka). (At Ta’liiq ‘alaa Shohih Muslim jilid ke-3 hal. 588-589).

 

Penghuni Neraka Tidak Akan Pernah Beristirahat di Dalamnya

Penghuni neraka tidak akan mendapat kesejukan untuk mereka beristirahat di dalamnya. Mereka hanya mendapat siksaan berupa rasa panas yang sangat menyiksa atau rasa dingin yang sangat menyiksa. Rasa panas dan dinginnya neraka lebih dahsyat daripada rasa panas dan dingin yang kita rasakan di dunia ini.

Semoga Allah Ta’ala melindungi dan menjauhkan kita dari sika neraka. Aamiin.

Wallahu a’lam..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga
Close
Back to top button