Fatawa

Apakah Mayat Bisa Melihat Keluarganya yang Masih Hidup?

Segenap pembaca yang di rahmati Allah,

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah di tanya dengan suatu pertanyaan sebagai berikut,

“Apakah mayat (orang yang telah meninggal) bisa melihat keluarganya yang masih hidup di dunia? kapan ia dapat melihat mereka? Dan kapan ia tidak dapat melihat mereka?”.

Maka beliau rahimahullah menjawab,

“Tidak ada (riwayat) yang pasti dalam permasalahan ini yang menunjukkan bahwa si mayat bisa melihat mereka. Hanya saja, sebagian ulama menyebutkan bahwa ruh (orang-orang yang masih hidup) disaat tidur terkadang berjumpa dengan ruh-ruh orang yang telah meninggal, dan ini terkadang terjadi pada sebagian keadaan yang menunjukkan atas hal tersebut, karena ruh berada di sisi Allah.

Ruh orang beriman berada di dalam surga dan ruh orang kafir diadzab. Akan tetapi ruh tersebut terkadang dilepaskan menuju badannya untuk menjawab salam orang yang mengucapkan salam di kuburan.

(Maka) ruh (orang yang telah meninggal) terkadang bertemu dengan ruh orang yang tidur di saat tidurnya, dan membicarakan sesuatu dengannya, sebagaimana yang di sebutkan oleh Imam Ibnul Qayyim dan ulama lainnya rahimahumullah.

Terkadang seseorang meninggal dalam keadaan ia memiliki hutang pada seseorang, maka bertemulah ruhnya bersama ruh sebagian orang yang tidur dan mengabarkan kepada mereka bahwa ia memiliki tanggungan hutang pada si fulan sekian dan pada si fulan sekian, maka orang yang bermimpi tersebut lantas bertanya kepada orang yang disebutkan namanya tersebut dan iapun membenarkannya.

Dan terkadang orang yang telah meninggal tersebut mengabarkan tentang barang-barang, bahwa barang ini di tempat ini dan itu, melalui mimpi orang yang tidur yang bertemu padanya ruh si mayat dengan ruh orang yang tidur.

Hal-hal ini menunjukkan bahwa terkadang bisa terjadi pertemuan antara ruh-ruh; ruh orang yang telah mati dengan ruh orang yang tidur dari kalangan kerabatnya ataupun orang lain.

Akan tetapi, tidak ada di dalam hadits-hadits yang shahih sebatas pengetahuan kami yang menunjukkan bahwa ruh-ruh tersebut saling bertemu, tetapi hanya berdasarkan (tinjauan) realita dan pengalaman serta kejadian yang terjadi di antara manusia. Dan pada saat ini, saya tidak bisa menyebutkan (dalil) apapun yang datang dari nabi terkait permasalahan ini, tidak ada (dalil) yang bisa saya ingat pada saat ini.

Akan tetapi, Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabAr-Ruuh” menyebutkan dan menceritakan banyak hal terkait permasalahan ini, barangsiapa ingin merujuk pada kitab tersebut maka hendaklah ia merujuk padanya, karena padanya ada faedah/manfaat yang besar.”

https://binbaz.org.sa/fatwas/18472/%D8%A7

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Baca Juga
Close
Back to top button