Fiqih

MENGHIDUPKAN MALAM di RUMAH TETAP BISA DAPAT LAILATUL QADAR?

Para pembaca Buletin Al-Ilmu yang semoga dirahmati oleh Allah. Mengingat keutamaan menghidupkan 10 malam terakhir di bulan Ramadhan erat kaitannya dengan malam Lailatul Qadar yang keutamaan 1 (satu) amalan ibadah yang dilakukan padanya, itu lebih baik daripada ibadah semisal yang dilakukan selama 1.000 (seribu) bulan.

Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjalankan amalan i’tikaf di masjid, beliau menyendiri dan menjauhi semua istrinya agar fokus beribadah mencari malam Lailatul Qadar di 10 malam terakhir tersebut. Mengingat betapa mulianya malam tersebut.

Muncul pertanyaan, lalu bagi orang yang belum berkesempatan untuk menjalankan i’tikaf di masjid, apakah akan terhalangi untuk mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar jika berupaya menghidupkan malam dengan berbagai amalan ibadah di selain masjid?

Pertanyaan senada pernah diajukan kepada Fadhilatusy Syaikh Shalih bin Muhammad Al-Lauhaidan¹ rahimahullah; apakah sah menghidupkan Lailatur Qadar di rumah?

Beliau pun menjawab bahwa pada dasarnya menghidupkan malam Lailatul Qadar di rumah dengan shalat tahajjud/tarawih merupakan perkara yang dibolehkan.

Bahkan dibolehkan jika ia menjalankannya di rumah sepanjang bulan Ramadhan tersebut sekalipun. Maka hakikatnya dia telah memakmurkan rumahnya dengan shalat karena shalat sunnah di rumah merupakan cahaya.

Kendati demikian, shalat qiyamul lail/tarawih di masjid tetaplah lebih afdhal karena apabila seseorang menjalankan shalat tarawaih bersama imam hingga selesai, maka akan ditulis dan ditetapkan untuknya pahala shalat semalam suntuk.²

Hikmah lainnya ialah bahwasannya keutamaan malam Lailatul Qadar itu berlaku umum. Yakni siapapun yang diberi taufiq pada malam tersebut untuk menghidupkannya, dia akan mendapatkan bagian pahala sesuai besar kecilnya amalan ibadah yang ia kerjakan.

Hal ini sebagaimana yang telah dijelaskan oleh Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz³ rahimahullah dalam satu fatwanya ketika ditanya apakah Lailatul Qadar itu pahalanya hanya bisa dididapatkan oleh orang-orang tertentu ataukah berlaku untuk semuanya?

Beliau menjawab entah dari bangsa Arab ataukah bangsa lain, dia berada di kota ataukah di pedalaman, dia laki-laki ataukah wanita, selama dia seorang muslim dan bersemangat mencari Lailatul Qadar di 10 malam yang terakhir di bulan Ramadhan, maka Allah akan berikan pahala malam tersebut untuknya.⁴

Semoga Allah Ta’ala menggolongkan kita semuanya termasuk hamba-hamba yang diberi taufiq untuk menghidupkan 10 malam terakhir Ramadhan dengan ketaatan dan mendapatkan keutamaan Lailatul Qadar. Amin. (UMBRJ).

————–

¹ Wafat 2 Jumadal Akhirah 1443 / 5 Januari 2022

² https://shorturl.at/nGLoo

³ Wafat 27 Muharram 1420 / 13 Mei 1999

⁴ https://shorturl.at/zljAK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Baca Juga
Close
Back to top button