PUASA ARAFAH IKUT PEMERINTAH ATAU IKUT SAUDI?

Puasa Arafah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan ( sunnah muakkadah ) bagi umat Muslim yang tidak sedang melaksanakan ibadah haji.
Namun, sering kali muncul pertanyaan di masyarakat: Apakah kita harus berpuasa mengikuti jadwal Wukuf di Arab Saudi atau mengikuti ketetapan pemerintah setempat?
Puasa Arafah mengikuti rukyat dan penetapan negeri masing-masing, bukan harus mengikuti Saudi.
Karena puasa Arafah pada asalnya terkait dengan 9 Dzulhijjah, bukan semata-mata aktivitas Wukuf di Saudi.
Berikut ini fatwa dari Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah,
“Namun, apabila dua wilayah berada di bawah satu pemerintahan yang sama dan pemimpin negara memerintahkan untuk berpuasa atau berbuka (berhari raya), maka wajib menaati perintahnya; karena masalah ini adalah masalah khilafiyah (terdapat perbedaan pendapat), dan keputusan pemimpin itu menghilangkan perbedaan pendapat tersebut.
Berdasarkan hal ini, berpuasalah dan berbukalah sebagaimana penduduk negeri tempat kalian tinggal melakukannya, baik itu sesuai dengan negara asal kalian maupun berbeda. Begitu pula dengan hari Arafah, ikutilah (ketentuan) negeri tempat kalian berada.” ( Majmu’ Fatawa wa Rasail, karya Syaikh Ibnu Utsaimin ).
Demikian pula bimbingan Syaikh DR. Shalih al-Fauzan hafizhahullah agar kaum muslimin berpuasa Arafah bersama dengan pemerintahnya, beliau ditanya dalam sesi tanya jawab pelajaran beliau,
Seseorang bertanya: Fadhilatus Syaikh -semoga Allah memberikan taufik kepada Anda-: Terkait hilal bulan Dzulhijjah dan Wukuf di Arafah, apakah perbedaan mathla’ (tempat terbitnya bulan) harus diperhatikan dalam hal tersebut?
Iya. Begitu pula dalam puasa hari Arafah. Adapun mengenai Wukuf di Arafah, tidak ada perbedaan. Ini tergantung rukyatnya Kerajaan Arab Saudi. Harus mengacu pada rukyat Kerajaan Arab Saudi karena mereka (para jemaah haji) mengikuti aturan Kerajaan Arab Saudi. Artinya, jika hilal telah tetap di Arab Saudi, maka mereka mengikuti dan melakukan Wukuf bersama kaum muslimin lainnya.
Namun, jika yang engkau maksud adalah bagaimana orang-orang di negara-negara lain melakukan puasa hari Arafah? Apakah mereka berpuasa mengikuti rukyat Arab Saudi? Kami katakan: Mereka memiliki rukyat mereka sendiri. Jika mereka melihat hilal, maka mereka berpatokan pada rukyat mereka, dan mereka berpuasa berdasarkan rukyat mereka sendiri. Ya.” ( Sesi Tanya Jawab pelajaran Akhshar al-Mukhtasharat ).
Dengan demikian, kaum muslimin di setiap negeri hendaknya mengikuti keputusan pemerintah dalam penetapan awal Dzulhijjah dan hari Arafah . Wallahu a’lam bis shawab
. (UMP).






