Fiqih

Kapan Mengangkat Jari Telunjuk Saat Duduk Tasyahhud?

 

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah berkata:

“Disunnahkan mengangkat jari telunjuk saat tasyahud awal dan akhir, dari awal tahiyat sampai akhirnya, dalam keadaan jari telunjuk diangkat. Hal ini merupakan isyarat tauhid (mengesakan Allah Ta’ala).

Demikianlah yang telah tetap dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam: “Bahwasanya dahulu beliau ‘Alaihis Shalatu Wa Sallam memberi isyarat dengan jari  telunjuk di tasyahud awal dan akhir dari awal tasyahud sampai selesai.” (Sumber : https://binbaz.org.sa/fatwas/18165/%D8).

Begitu pula fatwa Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah yang lainnya:

“Dahulu Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam memberi isyarat dengan jari telunjuk sejak duduk tasyahud. Menunjuk dengan jari telunjuk tidak lurus tapi sedikit bengkok.

Sebagaimana Imam An-Nasai Rahimahullah meriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam biasa melakukan hal itu.

Beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk sejak duduk tasyahud sampai mengucapkan salam dalam keadaan jari telunjuknya tidak terlalu tegak lurus, melainkan sedikit bengkok.

Beliau ‘Alaihi Shalatu Wa Salam menggerakan jari telunjuk ketika berdoa. Beliau menjadikan pandangannya kepada jari telunjuknya saat duduk tasyahud, pandangan beliau ‘Alaihi Shalatu Wa Salam tidak melebihi jari telunjuknya. Inilah yang sunnah.” (Sumber : https://binbaz.org.sa/fatwas/12227/%D9).

Wallahu a’lamu bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button