Fiqih

Kapan Membayar Zakat Fitrah?

 

Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi setiap muslim, baik anak kecil, dewasa, pria, wanita, yang merdeka atau hamba sahaya.

Shahabat yang mulia, Abdullah bin Umar Radhiyallahu ‘Anhuma berkata :

فَرَضَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه و سلم زَكاةَ الْفِطْرِِ صَاعًا مِنْ تَمْرٍ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى العَبْدِ وَ الحُرِّ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيْرِ مِنَ المُسْلِمِيْنَ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah mewajibkan zakat fitrah berupa satu shaa’ kurma atau gandum bagi budak, orang merdeka, laki-laki, perempuan, anak kecil dan orang dewasa dari kaum muslimin.” (HR. Al-Bukhari no. 1503).

Maka disyariatkan menunaikan zakat fitrah dengan satu sha’ (± 3 kg) makanan pokok, baik kurma, gandum, atau kismis.

Masuk dalam kategori ini -menurut pendapat ulama, yang paling kuat-, yaitu setiap bahan makanan yang menjadi makanan pokok masyarakat di masing-masing negeri, seperti beras, jagung, dan semisalnya.

Waktu mengeluarkan zakat fitrah

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz Rahimahullah berfatwa, yaitu pada hari ke-28, 29, 30, malam ‘Ied, dan di waktu shubuh sebelum Shalat ‘Ied. (Al-Fatawa 14/32-33).

Hikmah mengeluarkan zakat fitrah

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin Rahimahullah berkata : “Mengeluarkan zakat fitrah sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat Allah Ta’ala yang diberikan kepada seorang hamba dengan menyelesaikan Ramadhan dan menyempurnakannya.” (Al-Fatawa 18/257).

Wallahu a’lamu bish shawab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button