Intisari

Sembelihanku?

 

Saudaraku kaum muslimin rahimakumullah

Kurban adalah suatu ibadah yang besar nilainya disisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menyerahkan sembelihan semata-mata hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala merupakan perwujudan dari kemurnian tauhid.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya :

“Katakanlah, sesungguhnya shalatku, sembelihanku, matiku dan hidupku hanyalah untuk Rabb (Pencipta, Penguasa dan Pengatur) alam semesta, tiada sekutu bagi-Nya dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-pertama menyerahkan diri (kepada Allah).” (al-An’am: 162-163).

Al-Imam as-Sa’di rahimahullah dan para ahli tafsir lainnya menjelaskan makna nusuki pada ayat di atas adalah dzabhi yaitu sembelihanku (kurbanku).

Nusuk (kurban) termasuk jenis ibadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karenanya ibadah kurban harus ditujukan semata-mata kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana ibadah shalat dan ibadah-ibadah yang lainnya harus ditujukan kepada-Nya semata.

Laa syarika lahu (tiada sekutu bagi-Nya), penegasan dari Allah Rabbul ‘Alamin bahwa tidak ada sekutu bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam hal penciptaan dan pengaturan alam semesta sehingga tidak ada sekutu bagi–Nya dalam hal peribadatan.

Termasuk menyembelih kurban, maka wajib dipersembahkan hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak boleh dipersembahkan kepada selain-Nya.

Ya Rabbi terimalah kurban kami …

Aamiin

Simak selengkapnya di https://buletin-alilmu.net/2014/10/14/ya-rabbi-terimalah-kurbanku/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Back to top button