Doa

Audio: Doa Gundah Gulana

 

Setiap orang dalam menjalani kehidupannya, sudah pasti akan mencicipi manis dan pahitnya hidup. Tatkala Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan nikmat, baik berupa nikmat agama ataupun nikmat duniawi semisal kesehatan, nikmat keluarga, harta dan lain sebagainya, tentu ini merupakan sebagian wujud manisnya dunia. Jika kondisinya demikian, setiap orang akan merasakan kebahagiaan, kemudahan dan kelapangan dalam hidupnya.

Akan tetapi, -berdasar hikmah dan ketetapan-Nya- Allah Subhanahu wa Ta’ala terkadang menimpakan berbagai bentuk musibah, kesulitan dan kesempitan serta hal-hal yang dibenci dalam berbagai aspek kehidupan.

Dalam keadaan demikian, setiap orang akan merasa sedih, pedih dan gundah gulana. Saat itu hidup terasa begitu pahit, ingin rasanya kesedihan, kepedihan dan kegundah gulanaan tersebut segera berlalu dan diganti dengan kebahagiaan serta kelapangan …

Walhamdulillah, sebagai agama yang sempurna Islam telah membimbingkan doa yang patut dipanjatkan oleh setiap insan ketika sedang ditimpa kesedihan dan kegundah gulanaan.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengajarkan dalam beberapa haditsnya, diantaranya:

Pertama:

اللهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، ابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ، سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ، أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِي كِتَابِكَ، أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ، أَوِ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِي عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ، أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي، وَنُورَ صَدْرِي، وَجَلَاءَ حُزْنِي، وَذَهَابَ هَمِّي

Allahuma innii ‘abduka, wabnu ‘abdika, ibnu amatika, naashiiyatii biyadika, maadhin fiyya hukmuka, ‘adlun fiyya qodhoouka, as-aluka bikullismin huwa laka, sammaita bihi nafsaka, aw anzaltahu fii kitaabika, aw ‘allamtahu ahadan min kholqika, awista’tsarta bihi fii ‘ilmil ghoibi ‘indaka, an taj’alal qur-aana robii’a qolbii, wa nuuro shodrii, wa jalaa-a huznii, wa dzahaaba hammii

”Ya Allāh , sesungguhnya diri ini adalah hamba-Mu, anak dari hamba laki-laki Mu, dan anak dari hamba perempuan-Mu, Ubun-ubunku berada dalam genggaman-Mu, Hukum-Mu telah berjalan, dan keputusan-Mu merupakan keputusan yang adil, Aku memohon dengan seluruh nama-nama-Mu, yang engkau namai diri-Mu, atau nama yang engkau turunkan dalam kitab-Mu, atau telah engkau ajarkan kepada seseorang dari hamba-Mu, atau nama yang masih engkau simpan disisi-Mu, jadikan Al-Qur’an sebagi penentram jiwaku, cahaya hatiku, pelenyap duka dan laraku.” (HR. Ahmad).

Kedua:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَمِّ وَالحَزَنِ، وَالعَجْزِ وَالكَسَلِ، وَالبُخْلِ، وَالجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ، وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allahumma innii a-‘udzubika minal hammi wal hazani wal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli, wal jubni, wa dhola-‘id daini, wa gholabatir rijaali

“Ya Allāh aku berlindung kepada-Mu dari gundah gulana dan kesedihan, begitu juga dari kelemahan dan kemalasan, kekikiran, sifat penakut, lilitan hutang dan penindasan.” (HR. Bukhari).

Ketiga:

لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ العَظِيمُ الحَلِيمُ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ العَرْشِ العَظِيمِ، لاَ إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَرَبُّ الأَرْضِ، وَرَبُّ العَرْشِ الكَرِيمِ

Laa ilaaha illallaahul ‘azhiimul haliimu, laa ilaaha illallaahu robbul ‘arsyil azhiimi, laa ilaaha illallaahu robbus samawaati wa robbul ardhi, wa robbul ‘arsyil kariimi

“Tidak ada Rabb yang berhak disembah selain Allāh , Yang Maha Agung, Maha Penyantun, Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allāh , Penguasa ‘Arsy Yang Agung, Tiada Rabb yang berhak disembah selain Allāh , Rabb langit dan bumi serta Rabb ‘Arsy Yang Mulia.” (HR. Bukhari).

Selain doa-doa tersebut di atas, memperbanyak dzikrullah juga merupakan suatu hal yang cukup ampuh dalam mengusir kesedihan dan kegundah gulanaan …

Barakallahu fiikum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button