Faidah Ringkas

AUDIO: Wajib Berpuasa Ramadhan dan Beridul Fitri Dengan Melihat Hilal

 

Hilal adalah bulan sabit; bulan yang terbit pada tanggal satu bulan Hijriyah (Qamariyah), ed.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا تَصُوْمُوْا حَتَّى تَرَوُا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوْهُ فَإِنْ أُغْمِيَ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوْ لَهُ [رواه البخاري (١٩٠٦) ومسلم (١٠٨٠)]

“Janganlah kalian berpuasa sampai kalian melihat hilal (Ramadhan, pen), jangan pula beridul fitri sampai kalian melihatnya (hilal Syawal, pen). Jika tertutupi mendung, maka genapkan bilangannya”.

HR. Al-Bukhari (no. 1906) dan Muslim (no. 1080).

Al-Imam Abu Zakariya Yahya bin Sharaf An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah menjelaskan:

“Sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ

“Jika kalian tertutupi mendung”

Maknanya: Jika mendung menghalangi kalian dari melihat hilal.

Beliau (Al-Imam An-Nawawi) juga berkata:

Pada hadits di atas terdapat dalil yang menguatkan Madzhab Imam Malik, Imam Syafi’i, dan mayoritas para ulama bahwasannya tidak diperbolehkan berpuasa di hari syak (hari yang diragukan) dan tidak boleh pula puasa di hari ketiga puluh jika malam harinya tertutupi mendung.

Adapun sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

صُوْمُوْا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفطِرُوْا لِرُؤْيَتِهِ

“Berpuasalah dengan melihat hilal dan beridulfitrilah dengan melihatnya (pula)”.

Yang dimaksud (pada sabda beliau di atas) adalah persaksian hilal dari sebagian orang.

Tidak dipersyaratkan persaksian dari setiap orang. Bahkan persaksian dua atau satu orang muslim yang adil mencukupi seluruh kaum muslimin menurut pendapat yang benar. Ini pada ibadah puasa.

Adapun Idul Fitri maka tidak cukup persaksian hilal Syawal hanya bersumber dari satu orang muslim yang adil saja, menurut pendapat mayoritas ulama, kecuali Al-Imam Abu Tsaur rahimahullah yang berpendapat cukup dengan persaksian satu orang muslim yang adil.”

Dikutip dari Syarah Shahih Muslim jilid 4, hlm. 166-167, cet. Darul Kutub Ilmiyah Beirut.

 

وجوب صوم رمضان لرؤيه الهلال والفطر لرؤيه الهلال

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:

(لا تصوموا حتى تروا الهلال ولا تفطروا حتى تروه فان أغمي عليكم فاقدروا له) رواه البخاري ومسلم.

قال النووي رحمه الله:

وأما قوله صلى الله عليه وسلم (فإن غم عليكم) معناه حال بينكم وبينه غيم.

وقال: وفي هذه الاحاديث دلالة لمذهب مالك والشافعي والجمهور أنه لا يجوز صوم يوم الشك ولا يوم الثلاثين من شعبان عن رمضان إذا كانت ليلة الثلاثين ليلة غيم.

وقال: قوله (صوموا لرؤيته وأفطروا لرؤيته) المراد رؤية بعض المسلمين ولا يشترط رؤية كل إنسان بل يكفي جميع الناس رؤية عدلين وكذا عدل على الأصح، هذا في الصوم.

وأما الفطر فلا يجوز بشهادة عدل واحد على هلال شوال عند جميع العلماء إلا أبي ثور فجوزه بعدل.

شرح صحيح مسلم ج ٤ ص ١٦٦-١٦٧

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button