Intisari

Suka Duka Pasti Menyapa

 

 

 

Saudaraku,

Setiap orang tentu mendambakan kehidupan bahagia di dunia ini. Kehidupan yang diliputi kesenangan, tanpa ada onak dan duri yang menghadang.

Tidak terkecuali suami istri yang baru saja menjalin ikatan suci. Keduanya pasti mengimpikan kehidupan rumah tangga yang akan dijalaninya nanti, terus menerus bahagia dan indah. Namun, kenyataan hidup kadang tidaklah seperti yang diangan-angankan.

Allah Sang Pengatur segalanya, kadang berkehendak lain. Pasangan suami istri yang berstatus mukmin dan mukminah, pasti akan mengalami perputaran roda kehidupan. Kadang di atas, dan kadang di bawah. Ada kalanya merasakan manis dan indah, dan ketika tiba gilirannya, pasti pahit getirnya kehidupan rumah tangga ini, akan datang menghampiri. Suka dan duka pasti akan datang menyapa. Pola hidup semacam inilah yang dikehendaki oleh Allah Yang Maha Kuasa. Itulah ujian dan cobaan hidup yang telah digariskan oleh Allah, Sang Pemilik alam semesta ini.

Saudaraku seiman,

Cobaan hidup dengan beragam bentuknya, merupakan ujian keimanan seseorang. Dengan ujian, akan tampak siapa yang jujur dan siapa pula yang tidak jujur dalam keimanannya.

Di sisi lain, perlu ditanamkan keyakinan juga, bahwa  ujian dan cobaan hidup itu tidak hanya berupa musibah, bencana dan kesempitan hidup. Bahkan kesenangan, kebahagiaan, kemudahan dan kelapangan hidup pun, merupakan cobaan yang mesti akan dilalui oleh setiap keluarga beriman. Hal ini Allah Subhanahu wa Ta’ala tegaskan dalam firman-Nya (yang artinya), “Kami akan menguji kalian dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kalian dikembalikan.” (QS. Al-Anbiya’: 35)

Saudaraku sekalian,

Baginda Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, telah memberitakan tentang sikap seorang mukmin yang jujur keimanannya, dalam menghadapi cobaan, sebagaimana dalam sabdanya,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Benar-benar menakjubkan urusan dan keadaan seorang mukmin itu, hal ini karena sungguh seluruh keadaannya baik. Dan kondisi ini tidak dimiliki oleh seorang pun kecuali yang benar-benar beriman. Ketika diberikan kepadanya kesenangan dan kelapangan hidup, ia bersyukur, dan ini baik baginya. Ketika ditimpa musibah dan kesempitan hidup, ia bersabar, dan ini baik baginya.” (HR. Muslim)

 

Nah Saudaraku,

Para pendengar sekalian, bagaimanakah cara mengamalkan hadits ini? Bagaimanakah cara kita bersyukur tatkala mendapat nikmat, kelapangan hidup dan kesenangan? Bagaimanakah cara kita bersabar tatkala mendapatkan musibah, gangguan, serta pahitnya kehidupan?

Baca artikel lengkapnya di www.buletin-alilmu.net Rubrik Keluarga Edisi ke-25 … !

Suka Duka Pasti Menyapa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.

Back to top button